Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Jangan Berhenti, Sekalipun Hanya Berjalan

Hidup benar-benar menjadi hitungan matematis yang menyakitkan hingga saat ini. Di era Jokowi, aku pernah menjadi sarjana menganggur. Luntang-luntung. Segala ikhtiar rasanya sudah kutempuh. Tapi nihil hasilnya. Bahkan, tiga tahun lalu, aku pernah menempuh jalan kaki dari Semarang hingga Ambarawa untuk mengalihkan rasa stres yang berlebih. Kegiatan itu terinspirasi dari tradisi peregrinasi yang lekat dengan Santo Ignatius Loyola. Berjalan jauh tanpa bekal, dan sebisa mungkin mengandalkan welas asih dari orang-orang yang ditemui di perjalanan. Jadi, foto di atas adalah wujud kaki dari kawanku, Vio, saat berjalan kaki selama kurang lebih satu hari. Kumuh. Rasanya seperti gembel jalanan. Dan badan bau keringat bercampur matahari yang menyengat. Lalu, memasuki era Prabowo, aku terkena PHK sepihak di tahun lalu secara mendadak. Dalih kantor waktu itu adalah "efisiensi". Menyedihkan. Aku terpaksa pulang ke Semarang dengan kabar menganggur lagi, dan pekerjaanku sekarang adalah serabut...

Postingan Terbaru

Tesis Ini Nantinya untuk Siapa?

Tak Selalu Bahagia, Tak Juga Nelangsa

Romo Busyet, Aku Ingin Sepertimu yang Selalu Jenaka

Perkara Nasi Bungkus Bikin Konflik Horizontal

Hari Kretek 2025

Indonesia Kayak Taek!

Selamat Tinggal dan Menempuh Kedamaian Abadi, Tante Ndari

Alfonsus Bayu Melawan Pertamina

Ini Semua Omong Kosong

Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur, Romo Kirjito Mengubah Air Hujan Menjadi Air Minum