Hari Kretek 2025


Hari ini adalah Hari Kretek.

Sementara, Indonesia sampai saat ini masih belum mengakui hari peringatan itu, padahal komoditas tembakau salah satu penopang perekonomian negara.

Dan aku bisa memberikan kesaksian itu. Pun dengan kalian yang mengaku dirinya ahli hisap.


Saat aku bekerja di toko tembakau, di masa-masa pandemi ketika ekonomi lagi kacau (hingga saat ini), tingwe sempat jadi alternatif bagi masyarakat kelas bawah maupun menengah.

Alasan orang-orang pindah ke tingwe cukup beragam. Mulai dari penasaran hingga sambat karena harga rokok kelas satu dan dua yang tidak masuk akal.

Tembakau yang ada rasa-rasanya itu juga diberi cukai. Jadi, kalau dibilang perputaran uang hanya dari rakyat ke rakyat, ya nggak juga.


Di samping itu, industri hasil tembakau (IHT) lebih berkontribusi besar daripada BUMN. Wamenperin Faisol Riza pun mengakui itu kalau kontribusi cukainya mencapai 216,9 triliun ditambah menyerap 5,9 juta pekerja.

Meski begitu, kabar baik terkini, Menkeu Purbaya bilang, tidak akan menaikan cukai di tahun 2026.


Tentu, bagi perokok, kabar ini bikin bungah, tapi hati ini rasanya sudah mangkel dan terlanjur memukul rata kalau semua politisi itu nirempati dan juga tukang kibul.

Pada sekarang siapa yang harus kita percaya di negara ini? Gusti Allah? Atau wit ringin?

Komentar

Postingan Populer