Romo Busyet, Aku Ingin Sepertimu yang Selalu Jenaka
Romo Setyo Budi atau kerap disapa Romo Busyet dulunya adalah romo pendamping rohani kami saat mau masuk seminari.
Dua tahun lalu kami diajak untuk live in. Tiga hari mengurung diri di gereja, di tengah-tengah libur lebaran.
Di sana aku merasakan kesepian modern, dan seperti menjadi lansia yang tak takut akan kematian.
Tapi, dalam kesepian itu, Romo Busyet selalu punya banyak cara untuk menghibur kami.
"Dim, nek kowe arep ngerti romo paroki sregep karo telaten iku ditonton seka isi kulkas pastoran," tutur Romo Busyet saat makan siang bersama.
"Lha pripun carane?" tanyaku.
Dibukalah kulkas itu. "Iki lho ana buah, sayur, karo panganan. Turah-turah. Pokoke komplit ora usah wedi kaliren masio ora nduwe duit," kata Romo Busyet sambil tertawa.
Terima kasih banyak, Romo Busyet. Selamat jalan, selamat menempuh kedamaian abadi. Jadilah pendoa bagi kami.
.webp)
.webp)


Komentar
Posting Komentar