Selamat Tinggal dan Menempuh Kedamaian Abadi, Tante Ndari

Kamis lalu, Tante Ndari meninggal dunia di usia 51 tahun karena penyakit kanker usus sama seperti alm. Eyangti, dan hari ini disemayamkan di Yogyakarta.

Beliau adalah anak keempat dan satu-satunya anak perempuan dari lima bersaudara: Dadut (anak pertama, bapakku), alm. Om Dodit (anak kedua, meninggal 2023), Om Cucuk (anak ketiga), dan Om Pipit (anak kelima).

Mereka sangat mencintai Tante Ndari. Pun juga suami dan kedua anaknya. Sesabar-sabarnya. Setulus-tulusnya. Dan selamanya.

Saat perjalanan ke pemakaman, Bapak sempat menceritakan secuil aksi cinta yang konyol dari kakak untuk adiknya perempuan. "Aku yen nonton polisi dadi kelingan Ndari pas kena tilang numpak motor Prima zaman mbiyen," kenang Bapak.

Tante Ndari saat itu hanya bisa menangis dan takut di depan polisi. Mengetahui kabar tersebut kedua kakaknya, Bapak dan Om Dodit, langsung menghampiri ke kantor polisi secepat mungkin.

"Ndi adikku? Adikku kenapa kok ditilang?" kata Bapak yang menirukan gaya Om Dodit berbicara. "Lho, piye to iki? Aki motor adikku kok malah mbo tukar harang!"

Bapak terkesiap melihat lagak Om Dodit yang begitu berani di depan polisi. Dan Bapak juga heran kenapa Om Dodit tahu kalau aki motor adiknya ditukar.

Setelah tahu perbuatan senonoh itu, Om Dodit langsung menghajar polisi tersebut di tempat dari belakang dan meminta untuk mengembalikan akinya yang asli. Hingga akhirnya, polisi itu enggan menilang Tante Ndari.

Memang pada masanya nama Om Dodit cukup terkenal. Karena beliau adalah seorang wartawan, dan zaman dulu profesi wartawan sangat disegani oleh negara.

Tapi kalau aksi itu terjadi di era sekarang, jelas akan beda nasib lagi.

"Aku pokoke ngguyu kemekelen pas ngerti kejadian kuwi. Aku kih juga heran karo Dodit, lha kok iso ngerti aki motor'e ditukar harang lho," ujar Bapak kepada kami.

Begitulah bentuk cinta seorang kakak. Terkadang tak ditunjukkan lewat kata, tapi cukup pasang badan dengan modal: wani ngeyel ndhisik.

Selamat merangkai bunga yang indah di altar suci sana, Tante Ndari. Ini adalah bentuk hidup yang tidak bisa kami elakkan. Namun biarlah itu menjadi misteri ilahi.

Komentar

Postingan Populer