Toples Biru

Apabila dirunut dari ujung barat Aceh sampai ujung timur Papua sepertinya ada banyak macam jenis kerupuk di negara ini. Yang kemungkinan jumlahnya tidak bisa dihitung menggunakan kedua tangan. 

Saking beragam jenisnya, terkadang beberapa jenis kerupuk bisa membuat takjub tanpa kalian sadari. Misalnya, menambahkan rasa gurih pada makanan, sebagai penambah lauk pauk, lalu bisa juga sebagai pengganti garpu, bahkan menjelma menjadi sendok sekalipun (terkhusus kerupuk yang bentuknya melengkung). Atau malah membuat keadaan hampa di mulut jadi hilang karena teksturnya yang renyah.

Berbicara mengenai babagan kerupuk. Jadi teringat, alm. Olga Syahputra. Setahu saya, Olga itu suka sekali dengan kerupuk, sampai-sampai waktu pergi ke luar negeri membawa kerupuk kesukaannya. Sebab semasa kecil saya lebih sering lihat acara Dahsyat ketimbang MTV. Jadi, ya, tahu sedikitlah kelakuan lucu dan guyon-guyonan receh dari beberapa host Dahsyat waktu itu. 

Terima kasih, Olga Syahputra. Sudah menghibur sewaktu masih sekolah dasar. Tetaplah lalala yeyeye walaupun di dunia yang berbeda.

Dan kebetulannya lagi, saya dan Olga sama-sama mempunyai ketertarikan makanan kerupuk tapi yang membedakan adalah jenis kerupuknya. Dia lebih suka kerupuk warna-warni, sedangkan saya suka dengan kerupuk terung. Akan tetapi, kalau sudah sukanya dengan kerupuk terung bukan berarti semua makanan saya gandengkan dengan kerupuk terung dong. Ya kali, makan mie kopyok sama kerupuk terung. Wagu tho, lek.

Makanya kalau setiap pergi ke warteg terus lihat toples Putra ACC dan kering tempenya, auto nafsu makan langsung meningkat. Kurang lebih tingkat nafsu makannya hampir seperti setelah meminum segelas jamu Buyung Upik. 

Namun, ada satu hal yang patut kalian ketahui: masio wetengmu kaliren puol, ojo lali iku toples tutup rapet. Mengka ndak kerupuke mlempem!

Ngomong-ngomong tentang toples biru yang bertuliskan Putra ACC itu. Niku sak jane Putra sinten, nggih? Kenapa, kok, harus ACC? Bayangan absurd saya, jangan-jangan si Putra ini dulunya mahasiswa teknologi pangan terus tugas akhirnya eksperimen makanan, kemudian terciptalah toples biru itu yang berisikan kerupuk terung yang gurihnya bukan main. Lha, jangan-jangannya lagi, kata 'ACC' dipakai gara-gara dosen pembimbingya bilang, "oke acc, Mas Putra, silahkan daftar sidang bulan depan."

Ah, lega betul kayaknya kalau disuruh membayangkan ucapan dosen pembimbingnya. Sementera, saat ini, dosen pembimbing saya masih bilang, "semangat atau tidak, yang penting kerjakan." Sebagai penutup suapan, akhirnya saya lanjut mengambil satu kerupuk lagi biar semangat. 

"Krauk, Krauk..."

Komentar

Postingan Populer