Vega, Penyembah Nasi
Di kantor, saya punya satu teman yang "klop" secara guyonan sekaligus pikiran konyol yang mungkin jarang dipikirkan oleh teman sebaya.
Namanya, Vega. Umur kami hanya terpaut setahun. Sejak pertama kali bertemu, saya berusaha menduga kalau orang ini lugu, lurus, dan cenderung naif.
Ternyata dugaan saya rada meleset. Namun pada intinya sebagai manusia, dia menyenangkan. Tapi dari sisi pandangan memilih tempat makan, agak njelehi.
Misal, dalam beberapa hari ini, kami sudah menghampiri dua kali setiap masing-masing tempat makan yang sama. Pertama, penyetan. Kedua, babi.
Kali ini, saya masih sabar dan mencoba menuruti permintaannya, sembari menelaah mengapa dia memilih tempat itu terus menerus.
Katanya tadi, ini perkara harga dan nasi yang bisa diambil sepuasnya. Dan anehnya, dia bilang, kalau makan babi keterusan itu tidak mengapa alias sehat-sehat saja.
Ooo... Lha... Gendeng...



Komentar
Posting Komentar