Review Buku Jurnalisme Online (2002) Karya Mike Ward
Dalam buku berjudul “Journalism Online” karya Mike Ward yang terbit pada tahun 2002 ini, banyak menjelaskan mengenai pergerakan jurnalisme online masa kini. Pada dasarnya perkembangan digital saat ini yang kian berkembang, membuat semua terasa mudah dan cepat, dan selain itu juga melahirkan adanya sebuah media online guna untuk memudahkan para jurnalis dalam mencari sekaligus mempublikasikan suatu berita.
Menurut
Mike Ward keistimewaan dari jurnalisme online adalah mengenai proses riset data
dan mudahnya memplubikasikan berita kepada khalayak. Maka secara tidak langsung
adanya jurnalisme online dapat membantu cara bekerja para jurnalis dalam
menghasilkan produk jurnalistik yang modern karena dapat melebur dalam
perkembangan teknologi.
Adanya
akses internet seperti memunculkan
sebuah simbiosis mutualisme, antara jurnalis dengan pembaca. Kecepatan arus
informasi serta jaringan yang luas menjadikan keunggulan dari jurnalisme
online. Namun tak hanya itu saja, informasi yang disuguhkan juga lebih beragam
dan semakin praktis. Ibaratnya arus informasi yang dulu itu seperti bermain sepak
bola, kita harus jemput bola terlebih dahulu, jadi kita harus membeli yang
fisik dahulu (koran, tabloid, atau majalah), tetapi kalau yang sekarang kita
disodorkan informasi tersebut dengan cuma-cuma, hanya punya smpartphone dan kuota kita sudah bisa
mengakses internet.
Pemberitaan
yang beredar dalam internet pun nantinya juga dapat memunculkan interaksi, baik
antar pembaca atau pemilik akun lainnya. Namun para awak media juga mendapatkan
tuntutan, bila isi pemberitaanya tidak selaras apa yang diinginkan oleh
khalayak pembaca.
Banyak
faktor yang mendukung untuk memunculkan sebuah interaksi dalam internet, yakni
meliputi kontruksi no-linier dan konsumsi konsisten, interaktivitas::
Kontruksi non-linier dan konsumsi konten
Mike
Ward memberikan contoh media linier yaitu radio. Yang dimaksud media linier,
yaitu penyampaian informasi yang diberitakan oleh radio, misalnya seperti
wawancara diikuti oleh presenter, kemudian ada laporan cuaca, berita lalu
lintas, musik, berita, dan lain-lain. Jadi pendengar secara tidak langsung, mau
tidak mau, mendengark berita yang runtut tersebut.
Penggambaran
contoh media tersebut, cukup berbeda dengan WEB (World Wide Web). WEB merupakan
media yang linier. Maka khalayak dapat beralih dari satu informasi ke informasi
yang lain, jadi khakayak bisa memilih mana informasi yang menarik bagi dia.
Pola
konsumsi konten didorong oleh audiens. Dan pola tersebut merupakan konsumsi
no-linier. Tetapi dibalik itu perlu dipikirkan kembali untuk memebentuk pola
konsumsi yang non-linier. Mike Ward menjelaskan dengan gaya penulisan yang
menarik akan dapat membuat khalayak akan haus membaca sehingga mewujudkan
konsumsi konten.
Interaktivitas
Konsumsi
konten yang didorong oleh audiens dapat merambat interaktivitas khalayak.
Adanya interaktivtas; khalayak dapat berinteraksi dengan penyedia, kemudian
khalayak berinteraksi dengan konsumen, dan khalayak juga dapat menjadi
penyedia.
Tetapi
dari interaktivitas bukan berarti melahirkan hal-hal baik, tentu ada sisi
buruknya. Sebab kemungkinan buruknya yaitu dapat menantang seluruh premis
jurnalis sebagai penyedia informasi. Hal tersebut juga menyangkut tentang akurasi,
kebenaran, dan prespektif dari informasi tersebut. Bisa dikatakan akan
muncul-munculnya side opinion dan itu
dapat mempengaruhi nilai berita tersebut.
Kertekaitan
Arus
informasi yang cepat membuat semua bisa menjadi penyedia utama informasi. Dan arus
informasi tersebut tidak bisa dihentikan. Maka pada keadaan yang seperti ini
jurnalis mempunyai peran penting untuk mengarahkan pembaca atau pengguna dalam
informasi yang akurat. Dengan jurnalis memberitakan akurat, otomatis pembaca
atau pengguna akan menaruh kepercayaan lebih terhadap isi berita/informasi
tersebut.
Pada
intinya untuk menjadi jurnalis harus benar-benar memahami tahapan-tahapan
produksi dan etika jurnalistik. Tahapan tersebut meliputi; mampu
mengindetifikasikan dan mencari peristiwa yang dapat dijadikan berita,
berdasarkan data, kemudian menyeleksi data, dan menyajikan berita tersebut
secara efektif atau berdasarkan fakta di lapangan.
Di
era jurnalisme online ini, jurnalis juga harus mampu menyeleksi beberapa
peristiwa yang sekiranya mempunyai nilai berita. Lalu jurnalis juga dituntut
mampu untuk melakukan inovasi agar tidak hanya memberitakan peristiwa yang sama
dalam setiap waktu. Selain itu, jurnalis juga harus padat mengkontrol mengenai
dampak/respon dari khalayak pembaca tentang berita yang sudah diunggah.


How to Bet on Baccarat: the Rules, Strategy, Tips, &
BalasHapusBaccarat is 카지노사이트 a fun and fun way to play and 바카라 사이트 test your skills. Learn how to bet on Baccarat, the basic rules, strategy, deccasino and more.